Membuat Sketsa dan Peta Wilayah yang Menggambarkan Objek Geografi

Posted by arolkarol on 03:32 PM, 18-May-13
1. Membuat Sketsa

Sketsa adalah bagan, denah atau gambar yang dibuat garis-garis besarnya saja. Sketsa hanya menggambarkan posisi tempat atau daerah secara garis besar. Sketsa bukan merupakan sebuah peta karna tidak memenuhi beberapa syarat peta (tidak memiliki ukuran dan jarak sesuai aslinya). Namun sketsa merupakan dasar dalam pembuatan peta.

Komponen sketsa:

a. Judul

b. Wilayah Sketsa

c. Penampakan geografi

d. Simbol sketsa

e. Orientasi/arah

Membuat Peta Wilayah Objek Geografi

a. Pembuatan Peta Tematik

Peta tematik objek geografi adalah gambaran atau fenomena tentang kenampakan alam baik berupa kenampakan fisik, sosial, budaya, dan ekonomi. Suatu objek geografi dapat disajikan dalam suatu peta tematik, misalnya:

a. Manusia dijadikan objek dalam peta persebaran penduduk

b. Hasil tambang dapat dijadikan objek dalam peta persebaran hasil tambang

c. Hewan langka, dapat dijadikan objek dalam peta persebaran hewan langka, dan sebagainya.

b. Penyajian Peta Tematik

Peta tematik pada dasarnya merupakan suatu peta khusus yang hanya mengkaji satu objek geografi pada petanya. Oleh karna itu antara satu peta tematik dengan peta tematik lainnya berbeda dalam penyajiannya. Peta tematik dibuat atau disajikan dengan menggunakan simbol (titik, garis, daerah, warna) dan grafik.

B. Penggunaan Skala Peta Untuk Menghitung Jarak dan Luas Wilayah

1. Pengertian Skala Peta

Skala Peta adalah Perbandingan jarak antara 2 titik peta dengan jarak yang sebenarnya dilapangan atau dipermukaan bumi.

Semakin besar skala yang dibuat pada peta maka daerah yang digambarkan semakin sempit dan informasi yang disajikan rinci dan sebaliknya, jika skala peta semakin kecil, maka daerah yang digambarkan semakin luas dan informasi yang disajikan sedikit.

Skala peta erat hubungannya dengan maksud pembuatan peta/pembacaan peta. Jika ingin mengamati secara rinci maka perlu dicari peta skala besar. Sebaliknya bila bermaksud memperoleh gambaran menyeluruh atau daerah yang luas kita menggunakan peta berskala kecil.

2. Jenis-Jenis Peta

Berdasarkan tipenya skala peta dibedakan menjadi 3 yaitu:

a. Skala angka/numerik/pecahan

b. Skala garis/grafis

c. Skala inci/verbal (Indonesia tidak menggunakan skala rinci)

3. Kegunaan Peta

Skala Peta dapat digunakan sebagai pedoman perhitungan untuk menentukan jarak maupun luas wilayah.

a. Untuk menghitung jarak suatu tempat

Contoh: Jarak kota A dan B di peta = 5 cm, sedang skala peta 1:200.000. Berapakah jarak kota A s/d B?

Jawab: Jarak kota A sampai B = 5cm X 200.000 = 1.000.000 cm = 10km.

b. Untuk Menghitung luas wilayah

Apabila bentuk wilayah yang akan diukur tidak beraturan, maka luas wilayah dapat diukur dengan beberapa cara, yaitu:

1) Pembuatan kisi-kisi atau kota, Rumusnya =Jumlah kotak X 1cm² X (skala)²

2) Pembuatan garis potong, Rumusnya = Jumlah kotak (p X L) X (Skala)²

Alat pengukur luas (planimeter)

C. Mengkonversi Berbagai Jenis Peta

Konversi secara harfiah artinya Mengubah. Mengkonversi skala peta dilakukan dengan cara mengubah skala garis ke skala angka dan sebaliknya.

D. Penggolongan Data Geografis dengan Menggunakan Simbol

1. Pengertian Simbol

Simbol pada peta biasanya berupa gambar-gambar untuk penggantian kenampakan-kenampakan tertentu, misal: sungai, danau, gunung, pegunungan, batas, dan sebagainya. Pengganti kenampakan-kenampakan dipermukaan bumi yang digunakan dalam peta disebut Simbol.

2. Syarat-syarat Simbol

Syarat-syarat simbol yang baik yaitu:

a. Simbol mudah dikenali walaupun tanpa menggunakan legenda

b. Mudah digambarkan.

c. Mudah dibedakan dengan simbol yang lain.

3. Macam-macam Simbol Peta

Berdasarkan pemakaiannya dibedakan menjadi 2, yaitu:

a. Simbol umum/konvensional

Simbol umum adalah simbol yang sudah biasa digunakan dipeta. Simbol umum dibedakan empat (4 bentuk), yaitu:

1) Simbol titik, di pergunakan untuk menggambarkan penyebaran berbagai fenomena di permukaan bumi, misanya: simbol titik yang menyatakan letak kota, ibu kota, gunung, lapangan udara, pelabuhan, dan sebagainya.

2) Simbol garis, di gunakan untuk mewakili/menggambarkan fenomena seperti bentuk sungai, jalan raya, jalan kereta api, batas wilayah dan sebagainya.

3) Simbol area/luasan, digunakan untuk mewakili suatu area dengan simbol yang mencakup kawasan luasan tertentu, misalnya: sawah, rawa, hutan dan sebagainya.

4) Simbol warna, penggunaan warna dalam peta dapat bersifat kualitatif dan kuantitatif. Warna kualitatif menunjukan perbedaan suatu objek, sedangkan warna kuantitatif digunakan untuk menunjukkan jumlah nilai tertentu.

Contoh penggunaan warna dalam peta:

a) Biru: menunjukan daerah perairan

b) Hijau: menunjukan daerah dataran rendah

c) Kuning: menunjukan daerah dataran tinggi

d) Coklat: menunjukan daerah pegunungan

e) Putih: menunjukan daerah es atau salju

f) Merah: menujukan jalan, batas kota

b. Simbol tidak konvensional/tidak umum, yaitu simbol yang belum umum digunakan, seperti: simbol hasil tambang, hasil industri yang dibuat sesuai dengan kehendak pembuat peta.

4. Penggunaan Simbol untuk Menggolongkan Data Geografi

Simbol dapat digunakan untuk menggolongkan data-data geografi dalam sebuah peta. Data hasil penggolongan tersebut kemudian dimasukkan dalam tabel. Peta Tematik sering disebut peta Statistik, karna memuat data-data kualitatif maupun kuantitatif dari suatu masalah atau tema tertentu.

a. Peta Tematik yang membuat data-data kualitatif

Jenis peta ini hanya menggambarkan daerah persebaran dan jenis datanya tanpa memerhatikan seberapa banyak data yang tersebar itu. Untuk menggambarkannya ada beberapa cara, yaitu:

1) Chorochromatic yaitu penyebaran datanya digambarkan dengan perbedaan warna yang jelas.

2) Chorosematic yaitu penyebaran datanya ditunjukkan dengan gambar kecil yang sesuai dengan bentuk aslinya.

3) Index Letter dan Figures yaitu penggambaran datanya dengan gambar kecil yang tidak sama dengan aslinya, baik huruf maupun gambar dibuat seragam.

b. Peta Tematik yang memuat data-data kuantitatif

Peta Jenis ini selalu menunjukan adanya kepadatan data yang disebarkan, disamping jenisnya. Nilai kuantitatif yang disebarkan dalam peta ini dapat bersifat:

1) Absolut atau jumlah sesungguhnya.

2) Frekuensi atau kerapatan, yaitu jumlah absolut dihubungkan dengan ruas/luas.

3) Perbandingan misalnya dalam bentuk prosentase

Untuk menggambarkan ada beberapa cara yaitu:

Isopleth, yaitu garis-garis pada peta yang menghubungkan daerah-daerah yang sama, kerapatan data setiap tempat dapat terbaca secara langsung.

Choroplet, penggambaran data berupa warna yang bertingkat atau dengan kerapatan garis yang berbeda. Data yang kepadatannya lebih besar ditunjukkan dengan warna atau garis yang lebih rapat.

Dot, penggambaran dengan titik, dimana tiap titik mewakili sejumlah data tersebut.

E. Penamaan (Toponimi) Data dan Unsur Geografi

Nama-nama data dan unsur geografi dalam peta berperan sebagai identitas dari simbol-simbol yang ada di peta. Prinsip penulisan huruf untuk nama geografis, yaitu sebagai berikut:

1. Wilayah administrasi dan nama tempat ditulis dengan warna hitam dan tegak.

2. Warna relief seperti gunung, pegunungan, dan bukit ditulis dengan huruf miring (italic) dan warna hitam.

3. Nama perairan dan bentuk-bentuk tubuh air ditulis dengan huruf miring (italic) dan warna biru..........

SELESAI

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

No comments yet. Why not make the first one!

New Comment

[Sign In]
Name:

Email:

Comment:
(Some BBCode tags are allowed)